Jumat, 05 April 2013

Komunitas Pecinta Reptil: Surabaya Reptile



Edukasi, Rehabilitasi, dan Konservasi

Melihat pertumbuhan manusia, pemukiman, serta sempitnya lahan di kota besar seperti Surabaya. Berdampak pada penurunan populasi reptile yang ada di kota pahlawan ini. Melihat keadaan tersebut Surabaya Reptile mengadakan program untuk menumbuhkan  sikap penyayang terhadap reptile. Dengan cara edukasi, rehabilitasi, dan konservasi inilah diharapkan masyarakat peduli terhadap reptile.

Sebagai komunitas yang peduli terhadap reptile, kegiatan yang dilakukannya tentunya secara sosial dan sukarela. Para anggota yang tergabung dalam Surabaya Reptile sendiri dituntut untuk paham betul mengenai reptile. Karena itulah dengan cara mengedukasi kepada masayarakat mereka sendiri otomatis tahu pengetahuan tentang reptile sendiri.

Edukasi sendiri bertujuan agar masyarakat paham bahwa reptile seperti ular, kadal, biawak, kura-kura bukanlah makhluk yang merugikan. Hewan-hewan ini memiliki keterkaitan dengan penyeimbang alam. Sebagai siklus dari rantai makanan. Contohnya saja ular yang sering dikaitkan dengan hewan mistik nan berbisa, padahal ular sendiri berperan penting dalam rantai makanan sebagai pengendali hama tikus.

Kegiatan nyata edukasi yang diselenggarakan Surabaya Reptile yakni mengunjungi sekolah-sekolah di sekitar Surabaya dan Sidoarjo. Mereka memberikan pengetahuan bahwa jenis ular semuanya tiudak berbisa.  Dari 2735 jenis ular di seluruh dunia tidak kurang dari 10% yang berbisa. Setiap bertemu ular tidak perlu takut, cukup bersikap tenang, kenali jenis ular tersebut.

Sampai saat ini kegiatan edukasi sering mereka lancarkan, terakhir mengedukasi reptile jenis ular di sekolah TK Australian Child Studies Center (ACSC) Surabaya. Pada hari sabtu tanggal 9 Februari 2013 yang bertepatan dengan momen imlek tahun ular air. Mengenalkan beberapa jenis ular pada anak-anak usia dini, mereka bukannya takut malah penasaran dan berani memegang ular dari jenis python.

”Anak-anak awalnya ketakutan, setelah diberi beberapa penjelasan mereka berani untuk berinteraksi dengan ular-ular yang dikeluarkan. Malah ada yang asyik melingkarkan ketanganya, ada yang mengkalungkan kelehernya. Tingkah pola mereka beragam ada juga yang agak takut-takut untuk mnyentuhnya,” jelas Finda Humas ACSC Surabaya

Sebelumnya, Surabaya Reptile sendiri sudah mengedukasi setiap sekolah seperti TK Dharma Wanita daerah Manyar, TK Sabilillah daerah prapen. SD Jemundo 2 Sidoarjo, SD Muhammadiyah sepanjang, Sidoarjo. SMP 1 taman, Sidoarjo. SMP Muhammadiyah, SMP Ulul Albab, SMA Ulul Albab. Universitas Ubhara,  Wijaya Kusuma, Untag, ITS, Ubaya. Pelatihan anggota Satgas Pengamanan di PT Mahakam, serta petugas Korem daerah menanggal.
        
Kegiatan lain dari Surabaya reptile yakni rehabilitasi dan konservasi. Anggota sepakat dan memiliki visi dan misi untuk mengembalikan kembali populasi reptile. Mereka ingin mengembalikan populasi normal mereka. Karena melihat reptile seperti ular sangatlah bermanfaat bagi kehidupan petani khususnya. Karena bisa menekan pertumbuhan hama tikus.

Setiap jenis ular maupun reptile lain yang ditemui baik dipemukiman maupun di habitat tertentu mereka rawat dan mereka teliti. Kemudian dilepas dan dipindahkan didaerah yang cukup aman. Karena melihat kota seperti Surabaya sangat sulit sekali untuk melepas para reptile ini. kendalanya pasti mereka akan kembali ke pemukiman warga tentunya akan diburu dan di bunuh.
”Kami selalu melakukan penangkaran setiap jenis reptile, merawat, melakukan penelitian dan melakukan pelepasan. Untuk menekan populasi reptile yang menurun pelepasn sangatlah penting. Untuk melakukan pelepasan juga tidak mudah karena melihat faktor kepadatan penduduk, padatnya pemukiman, habitat alami, serta belum adanya jenis ular tertentu didaerah tersebut,” jelas  Harza Surya Zanari, mantan ketua SR periode 2011-2012.

Biasanya yang dilepas komunitas SR yakni jenis ular phyton mulurus dan phyton reticulatus. Karena cenderung tidak berbisa sekaligus dapat mengendalikan rantai makanan. Rehabilitasi dan Konservasi yang sudah dilakukan anggota komunitas SR sendiri di pulau sempu, sendang biru Malang, persawahan daerah pacet, Mojokerto, daerah pet bocor kaki gunung arjuno welirang Pasuruan. Pada tahun 2007 sempat melepas didaerah driyorejo, Surabaya.

Dengan berbagai program dan kegiatan yang diselenggarakan komunitas SR tak lantas cukup. Mereka juga butuh bantuan dengan warga maupun masyarakat untuk tidak memburu dan membunuh ular. Kegiatan seperti edukasi, rehabilitasi, dan konservasi tentunya akan diselenggarakan terus sampai masayarakat percaya bahwa reptile khususnya ular bukanlah musuh bagi manusia. Tetapi hewan yang dapat membantu kelangsungan manusia.

Lebih lanjut lagi, komunitas SR memiliki kontak untuk Surabaya Reptile Rescue (SRR). Bertujuan menampung laporan dan info masyarakat mengenai reptile maupun hewan lainnnya. Terlebih hewan ataupun reptile tersebut dalam keadaan terancam, terlantar, warga yang merasa resah, maupun yang masuk kepemukiman penduduk. Laporan masyarakat bisa diterima setiap saat 1x24 jam lingkup Surabaya dan Sidoarjo di nomer 085645634664.

Semua hasil dari SRR akan dikumpulkan, di rawat, dimarkas komunitas SR daerah laguna, Surabaya serta daerah sepanjang, Sidoarjo. Selanjutnya akan ditindak lanjuti untuk urusan penangkaran dan pelepasan dilingkungan asli mereka.

Harapan kedepan untuk komunitas SR ini yakni mendapat ijin dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam. Untuk melindungi hewan apendik, reptile, dan amfibi. Serta dapat megembangkan populasi reptile.


Sejarah Surabaya Reptile

Surabaya Reptile terbentuk pertama kali pada tanggal 15 Februari 2005. Atas dasar memeiliki kecintaan yang sama terhadap reptile. Dari situlah mereka membentuk komunitas reptile yang mewadahi para pecinta, bukan hanya memelihara saja tetapi juga mengadakan edukasi terhadap masyarakat maupun melestarikan dan mengembalikan populasi reptile itu sendiri.

Berawal dari 14 orang, sampai saat ini sudah 35 orang yang tergabung dalam SR. Perlu diketahui SR merupakan kelompok pecinta reptile tertua di Surabaya. anggotanya dari kalangan anak-anak di usia TK sampai dewasa. Profesi setiap anggota sendiri dari mulai pelajar, pengusaha, mahasiswa, sampai karyawan swasta. Yang menyebar didaerah Surabaya maupun Sidoarjo.

Jenis-jenis reptile yang dimiliki SR sendiri beragam dari jenis ular ada, phyton mulurus, reticulatus,  blood python, jenis patola. Jenis ular colobur, kings snake, serta corn snake. Jenis Iguana, dari iguana merah, hijau, dan biru. Dari jenis Kura-kura Indian Star, Aldabra yakni kura-kura terbesar ke dua dunia yang berasal dari pulau Galapagos. Jenis kadal, maupun gecko yang merupakan jenis kadal dari Pakistan. Berbagai jenis gecko seperti sunglow, super snow, dan albino tremper. Setiap anggota memiliki lebih dari satu reptile, kebanyakan mereka pelihara reptile tersebut melihat dari karakater pemilik.

Perlu diketahuu bujet pengeluaran perbulan rata-rata sekitar 100 ribu setiap perawatan jenis reptile. Harga dari jenis ular sendiri mulai sekitar RP 100 ribu sampai Rp 70 jutaan. Sedangkan untuk gecko dari Rp 75 ribu sampai Rp 3 jutaan. ”Gecko merupakan jenis kadal hias yang memiliki keindahan warna dan corak. Inginnya memperkenalkan kekhalayak banyak bahwa ada jenis kadal baru yang bisa mereka rawat maupun kembangkan,” jelas Awan Budi Santoso, pengembangbiak gecko yang menjadi anggota SR. 

Ciri Ular
Ular yang berbisa tinggi, tetapi kepalanya oval (bulat telur), agresif, keluar siang, malam, seperti king kobra, kobra naja sputratix.
Berbisa tinggi, tetapi kepala oval, gerakan tenang, contohnya ular weling, ular welang, dan ular picung/pudak seruni.
Tidak berbisa, keluar malam hari dan gerakan lamban, contohnya semua jenis ular phyton dan ular boa, dan ular pelangi (Xenopeltis unicolor).

Komentar


 


 Harza Surya Zanari (Mantan Ketua Surabaya Reptile)
”Semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya reptile dalam kesimbangan, serta memberikan rasa aman terhadap mereka. Semoga SR didukung oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam,” 







Bambang  (Wakil Ketua Surabaya Reptile)
”Semoga Surabaya Reptile seakin berkembang masyarakat juga mendukung kegiatan yang kami lakukan,” 










Ardhi (Bendahara Surabeaya Reptile)

”Semakin banyak yang bergabung di Surabaya Reptile ini, tentunya akan semakin banyak yang mencintai reptile,” 


 






Juned (Mantan Wakil Ketua Surabaya Reptile) 

“Setiap kegiatan yang dilakukan Surabaya Reptile merupakan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi setiap orang agar mereka tahu bahwa teptile bukan untuk dibunuh maupun di buru tetapi disayangi.” 







*Kontributor tulisan: Nur Fajruddin, Wartawan Surabaya Post
*Tulisan ini pernah dimuat di Surabaya Post

15 komentar:

  1. kira-kira kalo ada yang mau masuk jadi anggota boleh nggak?
    mohon informasinya.

    BalasHapus
  2. Bisa gan..tulis aja alamat email anda..nanti sy kasih cpnya..

    BalasHapus
  3. cara gabungnya gimana...untuk anak mulai usia berapa gabung nya?

    BalasHapus
  4. kira-kira pada butuh tikus putih gak ya gan...aq punya banyak. hub. 082131934100 (Agus)

    BalasHapus
  5. saya baru saja menemukan anak ular cobra. tapi takut membunuhnya. alhasil tak kurung di toples. jadi yang minat adopsi, silahkan hubungi saya di bbm 51c54e57

    atau email saya yesisehiling@gmail.com

    grab it fast sebelum dia mati. thanks.

    BalasHapus
  6. saya mau join gan eric_vianto@yahoo.com

    BalasHapus
  7. Ane pingin ikut gan, ini email saya ryantoe_chan@yahoo.com thanks

    BalasHapus
  8. Saya mau belajar banyak ttg gecko boleh join gan alamat email di albert_jnthn@yahoo.com thanks

    BalasHapus
  9. saya ingin join gan, ermo1206@yahoo.com trims

    BalasHapus
  10. Mau gabung bs tolong email syaratnya ke hayagashi@gmail.com
    Thanks brother

    BalasHapus
  11. Ini ada ular jenis phyton pnjang kira2 4m bingung mau diapain??

    BalasHapus
  12. Mau gabung gan...
    desta.prasetya0412@gmail.com

    BalasHapus
  13. Assalamualaikum..
    Permisi mau nanya, kalau kita ingin bekerja sama dengan surabaya reptile bagaimana ?

    BalasHapus
  14. Jangan lewatkan para pecinta reptil surabaya dan sekitarnya..SUNCITY Waterpark Sidoarjo mendatangkan PANJI PETUALANG bersama hewan hewan reptil yg berbisa dan non berbisa..ada magician show juga..atraksi Panji bersama ular2 berbisa..tgl 8, 9, 10 November 2016 pukul 09.00 - 13.00..tiket 35rb/orang sudah termasuk tiket berenang dan menyaksikan Panji petualang.info : marketing suncity 081224111136 (Rizky). Trima kasih

    BalasHapus
  15. Kalian ingin merencanakan kegiatan camping / hiking, kami menyediakan banyak perlengkapan Camping - Hiking untuk di sewakan.

    Tenda dome isi 3-4 orang
    Carrier 60lt/80lt + Cover
    Tenda pramuka isi 10 orang
    Sleeping Bag (dacron/pollar)
    Nesting TNI
    Kompor portable
    Headlamp (LED)
    Lentera tenda (LED)
    EggHolder isi 12
    Flysheet
    Matras

    Info harga bisa di cek di Puncak Petualang No.1 di Sidoarjo


    Lokasi   : P. Sidokare Asri QQ.2, Sidoarjo - Jawa Timur
    SMS/WA  : 08563430171

    BalasHapus