Senin, 15 April 2013

Paulus Rizki: Tattoo Artist Surabaya



Nama                                       : Paulus Riski
Tempat Tanggal Lahir               : Surabaya, 03 Mei 1987
Alamat                                     : Jl. Ketintang Madya 2 no. 03, Surabaya
Nama Usaha                            : Victorya Ink
Alamat Usaha                           :
-          Jl. Belimbing 3/18, Kelapa Dua, Depok
-          Jl.  Ketintang Madya 2 no. 03, Surabaya
Berdiri Sejak                           : 2010
Riwayat Pekerjaan                  :
-          Graphic Designer di Orchid Indonesia magazine
-          Fashion Designer di Pochinko, Jakarta
Nama Ayah / Ibu        : Roedy Tjahjono, Veriany Victorya
Nama Saudara             :
Gloria Antonia, Johannes Agusta, Maria Adinda, Elisabeth Stephanie, Rebbeca Putri Ayu



Victorya Ink dan Serba-Serbi Tattoo

Jauh sebelum tattoo menjadi begitu populer di era modern, di Eropa maupun di Pulau Samoa, Selandia Baru pada berabad-abad yang lalu telah menggunakan tattoo demi kepentingan ritual maupun identitas. Kita tentu tahu sejarah perang salib yang melibatkan kekaisaran Byzantium di Eropa dan Kekaisaran Turk dari Turki yang keduanya memperebutkan teritorial kota Jerusalem yang dianggap suci. Konon, pasukan Eropa mentattoo lengannya dengan lukisan salib, sebagai penanda identitas mereka sebagai nasrani sekaligus sebagai penyemangat ketika berperang.

Seorang pelaut dan petualang dari Eropa, James Cook mengetahui seni tattoo ketika ia berkunjung ke Selandia Baru, tepatnya ketika menemui sekumpulan orang-orang dari suku Maori yang memakai tattoo di wajah maupun tubuhnya. Rupanya, tattoo bagi suku Maori adalah sesuatu yang sakral. Penggunaan tattoo merupakan simbol perjalanan hidup tiap individu suku Maori, yang juga menandakan bahwa seseorang telah memasuki masa remaja.

Dalam tekhnik menato, pasukan salib dari Eropa menggunakan pisau untuk membentuk gambar salib di tubuhnya; sedangkan suku Maori sendiri menggunakan pisau atau pahat yang terbuat dari tulang maupun cangkang kerang laut. Untuk pewarnaan, suku Maori menggunakan tinta yang terbuat dari bahan-bahan alam, seperti tumbuhan dan arang kayu.

Di jaman sekarang, fungsi tattoo sekaligus tekhniknya mengalami perkembangan pesat. Orang menato tubuhnya dengan berbagai macam motivasi dan keinginan. Bahkan, tattoo sendiri kini menjadi lahan bisnis yang menguntungkan. Kita pasti banyak menemukan usaha tattoo dengan manajemen bisnis yang tertata rapi hingga menjadi populer. Omzet usaha tattoo sendiri tidak bisa diremehkan.

Salah satu tattoo artist yang terkemuka di Jakarta maupun Surabaya, yang memanfaatkan lahan bisnis tattoo sebagai penambah pundi-pundi uang adalah Paulus Riski. Pria asal Surabaya yang memiliki bakat melukis dan desain sejak duduk di bangku sekolah itu membentuk bisnis tattoo, dan hingga sekarang ia memiliki dua buah tempat usaha tattoo, di Jakarta dan di Surabaya.

“Awalnya memang saya gemar melukis dan desain. Kemudian saya tertarik untuk menekuni ilmu tattoo. Tak dinyana, ketekunan saya berbuah hasil,” ujar anak kedua dari enam bersaudara itu. Memang, Paulus Riski sempat merantau ke Jakarta dan bekerja di sebuah perusahaan swasta sebagai designer, namun ketika melihat omzet usaha mandirinya dalam bidang tattoo melonjak melebihi gajinya di perusahaan swasta tersebut, ia memilih untuk banting setir, keluar dari pekerjaan dan memilih untuk mandiri dengan membuka usaha tattoo sendiri.

Dikisahkannya bahwa ia mulai menekuni usaha tattoo sejak tahun 2010. “Awalnya saya memberanikan diri untuk mentato beberapa teman, dan mereka suka dengan desain saya. Maka dari mulut ke mulut, desain saya menjadi dikenal banyak orang,” tukasnya. Paulus Riski kemudian mendapat banyak pelanggan dan uang hasil pendapatannya ia gunakan untuk membuka usaha tattoo di Jakarta, tepatnya di Jl. Belimbing 3/18, Kelapa Dua, Depok. “Membludaknya pelanggan membuat saya membuka usaha tattoo dari omzet yang saya peroleh. Usaha itu lengkap dengan manajemen yang terstruktur. Jangan salah sangka, usaha tattoo itu terstruktur juga, lho. Ada karyawan bagian promosi, assisten tattoo artist dan sebagainya,” tambah pria 26 tahun itu.

Setelah sukses menjaring pelanggan dari mulut ke mulut, Paulus Riski juga mempopulerkan usahanya melalui internet, utamanya jejaring sosial. Para pelanggan tertarik pada usahanya, Victorya Ink selain kepada desainnya, ia juga kerap bergaul akrab dengan para pelanggannya, dan itupula yang menjadi resep suksesnya. “Tekun, semangat dan bersosialisasi dengan pelanggan yang memakai jasa kita adalah kunci yang bisa membuat kita sukses dan pelanggan tidak kecewa,” ujarnya.

Berbeda dengan makna pemakaian tattoo pada jaman dahulu di berbagai belahan dunia, di masa sekarang penggunaan tattoo lebih kepada ekspresi diri, monumental sekaligus perwakilan dari sisi-sisi religius seseorang. “Ada yang minta desain tertentu sebagai sarana ekspresi diri, ada yang mentattoo nama pacar, orangtua maupun orang yang telah meninggal di tubuhnya sebagai sarana agar terus dapat mengenang maupun mentattoo tubuh dengan simbol-simbol keagamaan tertentu sebagai perwakilan sisi religius,” ujar penggemar klub sepakbola Inter Milan itu.

Tekhnik mentattoo, menurut Paulus Riski, tidak berbeda dengan tekhnik melukis pada umumnya, yakni memperhatikan keutuhan desain seperti outline, pewarnaan, arsiran dan sebagainya. Sedangkan tekhnik menggambarnya dibutuhkan ketrampilan khusus karena berkaitan dengan penggunaan jarum pada tubuh manusia. “Dibutuhkan konsentrasi tinggi dan kemampuan yang mencukupi untuk bisa menjadi tattoo artist,” ujarnya. Ia menyebutkan bahwa ia mendalami ilmu tattoo selama 1 setengah tahun, mulai dari pengenalan mesin, sifat tinta pada pada tubuh manusia, serta karakter kulit seseorang.

Selama ini Paulus Riski mendapatkan banyak pelanggan dari berbagai kota di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Jogjakarta, Bali, Sumba dan sebagainya. Dalam Victoria Ink, menurut Paulus Riski, seorang pelanggan dapat mendatangkan tattoo artist secara langsung ke rumah pelanggan asalkan dengan harga yang cocok serta biaya transportasi sepenuhnya ditanggung oleh pelanggan. “Itu yang menyebabkan saya sering pulang pergi ke luar kota,” ujarnya.

Ketika usahanya telah memiliki omzet lumayan, Paulus Riski kembali ke kota asalnya, Surabaya dan membuka usaha di kota Pahlawan itu. “Di Jakarta, usaha saya telah saya serahkan kepada manajemen disana. Sayapun hanya mengawasi serta setiap akhir bulan datang ke Jakarta untuk mengurusi pelunasan gaji karyawan dan sebagainya. Saya ingin menjadikan Surabaya sebagai pusat dari Victorya Ink, karena pelanggan-pelanggan disini juga lumayan banyak dan saya juga bisa lebih dekat dengan keluarga di Surabaya,” tukas putra pasangan Roedy Tjahjono dan Veriany Victorya itu.

Hingga kini, omzet Victorya Ink, usaha milik Paulus Riski yang diambil dari nama Ibunya itu di masing-masing cabangnya, baik di Jakarta maupun Surabaya, keduanya menghasilkan omzet masing-masing Rp.12-13 juta perbulan.

Efek Pemakaian Tattoo Pada Tubuh Manusia

Dalam Victorya Ink, sebelum seorang pelanggan menato tubuhnya, maka oleh tattoo artist akan diberikan konseling bagi pelanggan itu. Seperti yang dilakukan Paulus Riski, menurutnya ia sangat ketat untuk memberikan konseling bagi para pelanggannya. “Untuk mentato tubuh dibutuhkan kemantapan hati seseorang karena tattoo sulit bisa dihilangkan. Maka dari itu saya selalu menanyakan berkali-kali kepada para pelanggan, ‘sudah siapkah anda?’, ‘tidak takut?’, ‘yakin mau bertattoo?’ Sebab di Indonesia ini mindset orang-orang terhadap orang bertattoo masih buruk, lho. Dan jika seseorang dihinggapi keraguan atau masih takut-takut, maka orang itu saya suruh pulang, sebab saya tidak mau kelak ia menyesal karena sudah bertattoo. Saya kan berdosa juga kalau orang itu menyesal” ungkap Paulus Riski.

Selain keraguan, Paulus Riski sebagai tattoo artist biasanya langsung menolak seorang pelanggan yang datang dan berada di bawah pengaruh alkohol atau narkoba. “Orang yang terkena alkohol atau narkoba otomatis akan terpompa jantungnya dengan cepat dan ketika ditattoo, darah yang keluar akan sangat banyak. Orang itu bisa pingsan, kolaps dan sebagainya,” ujarnya. Maka dari itu, di kalangan sesama tattoo artist terbentuk mindset bahwasanya seorang tattoo artist sejati akan menolak narkoba dan alkohol. 

“Sebenarnya tidak ada efek khusus bagi kulit ketika seseorang ditato selain tidak bisa dihilangkan. Hanya, efek tattoo yang buruk akan terlihat bilamana karakter kulit seseorang tidak menunjang, misal, karakter kulit yang mudah mengalami alergi dan semacamnya. Bila kulit tidak cocok dengan penggunaan tinta tattoo maupun jarum, maka akan mengalami efek samping setelahnya, seperti gatal, pedih dan di kemudian hari ketidakcocokan karakter kulit dengan tinta tattoo dan semacamnya bukan tidak mungkin akan menyebabkan kanker kulit. Itu yang saya tekankan pada saat konseling kepada pelanggan. ‘Yakinkah anda mau ditattoo?’ karena seorang tattoo artist bukan dokter. Kami tidak bisa mengenali karakter kulit pelanggan yang memiliki alergi, ketidakcocokan dan semacamnya,” ungkap Paulus Riski secara panjang lebar. 

Seseorang setelah ditattoo akan membutuhkan masa perawatan selama kurang lebih dua minggu. Dalam kurun waktu tersebut, seseorang setelah ditattoo tidak diperbolehkan untuk terlalu banyak makanan yang mengandung protein seperti ayam, ikan dan telur karena bisa berdampak buruk bagi proses penyembuhan luka. “Selain itu saya menolak pelanggan yang memiliki riwayat penyakit gula. Penyakit gula akan sangat berdampak buruk bagi pengguna tattoo,” ungkapnya.

Begitupula dengan pemakaian jarum dan perangkat tattoo pada Victorya Ink milik Paulus Riski, ia mengatakan bahwa dalam Victorya Ink, semua alatnya steril dan bersih. “Penggunaan jarum hanya sekali, setelah itu dibuang. Bahkan, mesin dan kabel alat pentato dibungkus dengan plastik steril,” ujarnya.

Tattoo dan Mindset Masyarakat

Di berbagai belahan dunia, tattoo dianggap seni dan bahkan menjadi budaya tersendiri, sebagai sarana ekspresi seni. Bagaimana dengan mindset orang Indonesia terhadap orang bertattoo? “Beberapa individu dalam masyarakat masih menganggap orang bertattoo sebagai preman, pelaku kriminal dan semacamnya. Padahal tabiat serta intelegensi seseorang tidak dapat dipengaruhi oleh tattoo yang terlukis di tubuhnya. 

Walaupun sebagian besar pemikiran masyarakat masih memandang negatif terhadap orang bertattoo, namun perlahan-lahan mindset mereka berubah seiring popularitas seni tattoo yang mendunia. “Ya sisi baiknya, masyarakat kini mulai menganggap bahwa tattoo adalah sebuah karya seni,” ujar pengusaha muda yang pernah bekerja sebagai graphic designer itu.

Bagaimana pendapat orangtua Paulus Riski ketika mendapati anaknya bertattoo? “Awalnya sih mereka tidak setuju. Namun seiring perkembangan waktu, saya berusaha meyakinkan mereka dan kini merekapun mau menerima. Apalagi mereka menilai profesi saya sebagai tattoo artist dan usaha tattoo saya bisa membuat saya mandiri, tanpa harus menggantungkan hidup pada orangtua maupun bekerja ikut orang lain,” pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar