Selasa, 21 Mei 2013

Riswan 'Gondo' Hamdani. Kisah Pembuat Gitar Sidoarjo





Nama                                       : Riswan Hamdani (Gondo)
Tempat Tanggal Lahir             : Sidoarjo, 11 Maret 1983
Alamat                                    : Bungurasih Timur no. 12, RT 04, RW 01, Sidoarjo
Nama Istri                               : Anita Kurniawati

Riwayat Pendidikan               :
1.      SD Darul Ulum, Sidoarjo
2.      SMP Wachid Hasyim, Sidoarjo
3.      Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR), Surabaya



Kisah Pengrajin Gitar Muda Ternama Asal Sidoarjo

“Saat itu adik saya minta dibelikan gitar baru. Saya tak mampu mewujudkan keinginan adik saya karena dulu, kami sekeluarga hidup dalam kondisi yang sangat sederhana,” ujar Riswan Hamdani yang akrab dengan nama panggilan Gondo. Karena tidak mampu menuruti keinginan adiknya, ia mencoba-coba untuk membuat karya gitar sendiri, berbekal kemampuan seni rupa yang didapatnya saat SMA.

Untuk menuruti keinginan adiknya, ia akhirnya berusaha membuat gitar dengan bahan-bahan sederhana, seperti triplek, kayu dan semacamnya. Sebagai model konstruksi gitarnya, ia meminjam gitar merk Yamaha milik tetangganya. Kemudian gitar pinjaman itu dicontoh konstruksinya dan dibuat dengan alat-alat sederhana. Maka jadilah, gitar karya Gondo yang pertama kali.

Adiknya tentu saja sangat senang dengan karya kakaknya. Ia memamerkan gitar barunya itu pada teman-temannya. Ternyata, respon banyak orang ketika memainkan gitar milik Gondo sangat positif. Selain karena suaranya nyaring, konstruksi gitar karyanya begitu rapi dan tekhnik pewarnaan bodi gitarnyapun nyaris menyamai gitar produk luar negri.

“Hanya berbekal ilmu seni rupa yang saya peroleh ketika sekolah di SMSR (Sekolah Menengah Seni Rupa, kini namanya SMKN 11), juga karena respon masyarakat cukup bagus, saya memberanikan diri untuk membuat gitar lagi,” ujarnya. Saat mengawali niatnya itu, ia menyadari bahwa ia tidak memiliki modal sama sekali.
Bagaimana cara mendatangkan modalnya? “Gitar buatan saya untuk adik dulu saya jual lagi. Saat itu laku 75 ribu, dibeli oleh seorang pengamen dari Terminal Bungurasih. Soal adik saya, saya tidak peduli dia mau menangis atau marah. Namanya juga membuka usaha kan butuh pengorbanan,” ungkapnya sambil tertawa.

Uang 75 ribu hasil penjualan gitar itu ia pergunakan untuk membeli bahan-bahan keperluan produksi, seperti kayu, triplek dan lain-lain. Dari situlah usahanya perlahan mulai berkembang. Usahanya dibuka sejak tahun 1998 dan hingga 2001, langganannya adalah kumpulan pengamen dari Terminal Bungurasih. “Mereka jadi langganan ya karena pengamen yang membeli gitar buatan saya pertama kali. Mereka suka karena menurut mereka gitar buatan saya nyaring. Selain itu harga gitar saya murah, cuma 100 ribu waktu itu,” ujar pria yang Maret besok genap 30 tahun itu.
Karena usahanya yang selama 5 tahun berjalan datar-datar saja, Gondo mulai memberanikan diri untuk melakukan survei di produsen-produsen gitar di Jakarta. Selepas SMU ia melamar kerja di Yamaha Music Jakarta. Selama bekerja, ia mengamati cara memproduksi gitar dan setelah puas mendapat ilmunya, ia keluar dari pekerjaannya dan kembali lagi ke Sidoarjo.

Di rumahnya di Sidoarjo, ia  mengembangkan lagi usahanya. Berbekal pengetahuannya di Yamaha Music Jakarta, ia mulai memproduksi gitar dan bass akustik dan elektrik. Saat 2003 itulah, seiring dengan meningkatnya kualitas produk buatannya, usahanya itu mengalami kemajuan pesat. “Saat itu gitar saya jual mulai dari 250ribu-500ribu,” ujarnya.

Karena usahanya membuahkan hasil, ia dilirik oleh Pak Ngkos, seorang pengrajin gitar Internasional asal Surabaya. “Pak Ngkos melihat semangat saya untuk bekerja keras. Maka dari itu ia mau datang, bahkan sampai memberikan ilmunya untuk memproduksi gitar dan bass standart internasional pada saya,” paparnya.

Bagaimana standart gitar internasional? Riswan Hamdani alias Gondo memaparkan, bahwa standart gitar internasional memiliki ciri khas pada bahan-bahannya, yakni sound board gitar yang berbahan kayu Siprus, impor dari Kanada dan Jerman; sedangkan side gitar berasal dari kayu Brazilian Rosewood, impor dari Brazil. “Untuk konstruksi gitar, saya memakai model konstruksi Martin String, Taylor dan Gibson Les Paul,” ungkapnya. Model Martin String adalah model gitar akustik seperti yang dipakai Iwan Fals, model Taylor seperti yang dipakai Fadly ‘Padi’, sedangkan model Gibson Les Paul identik dengan yang dipakai oleh Elvis Presley sampai Andra ‘Dewa 19’.

Walhasil, mulai tahun 2008, usahanya mengalami peningkatan pesat. Produk gitarnya berharga mulai dari 750 ribu hingga 7 juta rupiah. Selain karena murah, produknya juga berkualitas. Itulah mengapa banyak pelanggan yang datang dan memesan gitar padanya.

“Untuk memesan gitar disini, pelanggan terlebih dahulu memberikan contoh model gitar sesuai keinginannya, dan memberi uang muka minimal 20%, maksimal 40%,” ujar Gondo. Ia mengungkapkan bahwa uang muka ia patok tidak lebih dari 40% karena dengan jumlah itu ia bisa mengatur keuangan. “Bila diatas 40%, saya takut uangnya terpakai atau tercampur aduk,” tambahnya.

Gondo mengatakan bahwa usahanya itu berani bersaing dengan produk gitar nasional. “Kelebihan usaha saya adalah sekalipun pemesan memesan gitar dengan harga yang paling murah, bahan baku yang kami berikan sudah berupa kayu. Sedangkan gitar produksi nasional, bila belum diatas harga 5 juta, bahan bakunya masih belum full kayu. Dominan triplek,” paparnya. Maka dari itulah jangka waktu pemesanan dan pengambilan barang berkisar antara 3-4 bulan, karena proses pembuatannya yang rumit.

Alhasil, hingga saat ini pelanggan gitar Gondo terdiri dari musisi-musisi dari berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari Sulawesi, Kalimantan, hingga ke berbagai daerah di Pulau Jawa. Pelanggannyapun terdiri dari banyak kalangan, mulai dari artis lokal, amatir, professional hingga artis nasional. Sebut saja Frangky ‘Krom’ Mundu, bassist Kunto, drummer pemecah rekor dunia sampai Luki, gitaris Power Metal adalah pelanggan setianya.
Hingga kini, omzet yang diraih secara rutin per bulannya berkisar 14-15 juta. “Itu pemasukan rutin. Kalau sedang ramai ya bisa berlipat-lipat,” pungkasnya.


Berbagi Tips dan Minta Perhatian Pemerintah

Riswan Hamdani alias Gondo tidak segan-segan untuk membeberkan tips membuat gitar kepada saya. Menurutnya, tidak perlu mesin pabrik yang rumit, cukup dengan cara manual saja seseorang bisa membuat gitar berkualitas.

Awal membuat gitar, pertama kali adalah mendisain bodi gitar, setelah usai, kemudian side gitar ditekan ke dalam bodi, lalu disiapkan sound board yang telah terpasang brassing atau kerangka depan gitar, dan disambungkan ke side dan soundboard gitar sampai benar-benar lurus dan rapat.
Tahapan kedua adalah membuat back side gitar. “Back side gitar yang telah dibuat, dipasangkan ke dalam bodi gitar bagian belakang, lalu dirapikan dan pasang aksessoris. Setelah semua usai, tinggal pasang neck gitar, juga fret gitar, kemudian dicat. Bahan catnya adalah cat kayu, dan cat tidak boleh terlalu tebal karena akan mempengaruhi suara. Setelah usai, baru dipoles. Jadilah, sebuah gitar baru siap untuk dimainkan,” ujarnya.

Ditanya, soal kesulitan, Gondo mengatakan bahwa dalam pelaksanaan usahanya, tidak ada kesulitan sebab semua yang dirasa sulit itu dianggapnya sebagai tantangan bagi seorang pengrajin. Hanya, ia merasakan bahwa kesulitan terbesarnya adalah banjir. “Rumah dan lingkungan saya di Bungurasih Timur kerap jadi langganan banjir. Selama ini belum ada perhatian pemerintah setempat untuk menangani banjir di daerah ini, padahal daerah ini cukup dekat dengan terminal Bungurasih. Kalau banjir, terpaksa usaha kami liburkan sampai benar-benar reda banjirnya,” keluhnya.

Bicara soal kelebihan, Gondo mengatakan bahwa rasa bahagia ia dapatkan setiap kali melihat pelanggan merasa puas dengan produknya. “Itulah kebahagiaan terbesar yang dimiliki oleh seorang pengrajin. Selain itu pengrajin adalah seorang yang selalu antusias menghadapi tantangan baru,” pungkasnya.

15 komentar:

  1. ada nomor yg bisa di hubungin
    kira" bisa pesen bass gk???

    BalasHapus
  2. Selain nomor itu ada lagi ngak.....takut nya etar no nya ganti...
    Mohon infonya

    Terimakasih

    BalasHapus
  3. memang sidoarjo gudangnya orang keatif.



    Wanto
    Hunian Di Sidoarjo

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Keren,ini gitar akustik aja apa bisa gitar listrik juga ?

    Nonton film drama
    Download film drama

    BalasHapus
  6. Beliau ini juga memproduksi yg electric....th.2009 aku pernah pesen bass gitar model BTB Ibanez 5 snar....bagus banget hasilnya....tempatnya sebelah terminal Bungurasih persis gang nya.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. pean ada no hp/pin yg bisa di hubungi gk gan..

      Hapus
  7. bisa pesan gitar dobro (resonator) gak, gitarnya aja, resonatornya dari saya sendiri.

    BalasHapus
  8. Mas bisa repair(ganti) top body gitar akustik. Punya saya bridge-nya ngangkat parah.... thanks

    BalasHapus
  9. Ini WA dan nomer Hpnya Riswan Hamdhani (Gondho) 081331074993 nggak bakal ganti

    BalasHapus