Jumat, 05 April 2013

Komunitas DS: Komunitas Drummer Surabaya dan Sidoarjo




DS Community: Persaudaraan Drummer Surabaya-Sidoarjo

Siang itu suara gebukan drum terdengar cukup lantang. Irama-irama yang munculpun berganti-ganti, mulai dari funk, rock, blues, groove, cha-cha, walls, jazz dan sebagainya. Sesekali terdengar diskusi dan pemutaran video pementasan solo para drummer level dunia. Itulah suasana yang tampak di dalam ruangan Dims Music Studio, sebuah studio musik di daerah Sidoarjo, Jawa Timur.

Di sebuah studio musik di kawasan Waru, Sidoarjo itu memang kerap dijadikan base camp para musisi yang berasal dari Surabaya dan Sidoarjo. Salah satu komunitas yang cukup tenar dari daerah itu adalah DS Community. Komunitas itu merupakan komunitas para drummer yang memiliki kegiatan rutin untuk berkumpul bersama dan berbagi ilmu.

“DS Community dibentuk sejak 2006 dan hingga kini memiliki jumlah anggota sebanyak 80 drummer dari berbagai latar belakang,” ujar Kris Eka, ketua DS Community. DS sendiri merupakan singkatan dari Drummer Seduluran (Seduluran dalam bahasa Jawa berarti persaudaraan). “Adanya rasa senasib, sepenanggungan sebagai seorang drummerlah yang mengikat kami,” tambah Dina, anggota DS sambil tertawa.

Awal berdirinya, para anggota DS Community merupakan individu-individu yang masing-masing tergabung dalam sebuah grup musik. Kerap kali band yang mereka gawangi tampil sepanggung dengan band-band lain, dan dari intensitas pertemuan itu kerap terjadi perbincangan di antara personilnya. “Saat itu kerap terjadi pertemuan diantara sesama musisi dari berbagai band. Begitupula dengan sesama penggebuk drum. Setelah manggung misalnya, drummer yang memiliki tekhnik unik akan ditanyai resep rahasianya oleh drummer yang lain. Dari situlah terjalin keakraban,” ungkap Tika, sekretaris DC Community.

Atas dasar seringnya mereka berkumpul dan berbagi tips, maka terbersitlah inisiatif untuk membentuk komunitas drummer sebagai wadah bagi mereka agar dapat berkembang, maju dan kreatif. “Ketika itu kami memutuskan untuk mengadakan pertemuan di sebuah studio musik yang dikelola oleh Eka Kris di daerah Waru, Sidoarjo. Dari situ kami berinisiatif mendirikan komunitas dan menjadikan Dims Music Studio sebagai base camp,” ujar Lukito, bendahara DS Community.

DS Community yang dihuni oleh para drummer menjadi lebih sering melakukan pertemuan. Mereka mengaku sejak awal hingga saat ini, para drummer di DS Community mengadakan pertemuan rutin setiap satu minggu sekali di base camp mereka. “Setiap kali pertemuan kami mengadakan 3 hal rutin, yakni masing-masing anggota melakukan solo drum, pemutaran video, kemudian diskusi bersama,” ujar Yanto, anggota DS Community.

Pertemuan dengan 3 hal rutin itu dimaksudkan supaya para anggota DS memiliki wawasan tentang alat musik kesukaannya, yakni drum. “Para anggota DS banyak yang memiliki keistimewaan. Ada yang piawai di musik funk, ada yang rock hingga jazz. Kami saling berbagi ilmu agar menjadi drummer yang menguasai seluruh jenis musik,” ujar Angga Primantara, anggota DS Community.
Seiring berjalannya waktu, perlahan-lahan DS Community mulai mendapat banyak anggota. “Dulu anggota DS Community berasal dari teman-teman seprofesi, namun sekarang menjadi bertambah banyak. Diantaranya ada yang bergabung karena memang tertarik, adapula yang bergabung karena saran guru drum mereka yang juga anggota DS untuk menambah wawasan mereka, karena kebanyakan anggota senior kami adalah pengajar drum di beberapa studio musik di Surabaya, dan beberapa diantaranya telah menjadi pengajar di Jawa Timur, Kalimantan hingga Jakarta,” ungkap Alvin Raka, anggota DS Community.

Alhasil, mereka kerap pula mengadakan even-even rutin, diantaranya adalah festival drum dan penyelenggaraan klinik drum di berbagai instansi pendidikan di Surabaya dan Sidoarjo. “Di acara klinik drum, kami kerap mengadakan penyuluhan dengan materi tekhnik bermain drum. Sedangkan dari festival drum, kami kerap mencari bibit-bibit drummer berbakat di Jawa Timur. Dari kegiatan-kegiatan itupula DS Community semakin berkembang pesat,” ungkap Erik, anggota DS Community.

Berkembangnya DS Community di daerah Surabaya dan Sidoarjo rupanya mengundang perhatian beberapa pelaku, penikmat maupun pengusaha musik di Surabaya dan Sidoarjo. “Para pelaku musik biasanya mengontak kami ketika mereka membutuhkan drummer. Penikmat musik banyak yang hadir ketika kami mengadakan even maupun kegiatan rutin dan para pengusaha musik sering mengontak kami ketika mereka sedang membutuhkan tenaga pengajar drum maupun sebagai tekhnisi untuk menilai kualitas drum yang diperdagangkan,” papar Dino.

Kepada saya, para anggota DS Community menerangkan bahwa sebagai sesama drummer, mereka saling menghormati dan saling menghargai satu sama lain. Sekalipun seprofesi, tidak ada persaingan sedikitpun diantara mereka. “Misalnya ada salah satu kawan kami yang lebih sukses, maka kami akan mensupport dia. Rasa persaudaraan kami sebagai drummerlah yang menjalin kami satu sama lain,” ungkap Tika.

Hingga saat ini, Drummer Seduluran Community memiliki anggota dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa, pengusaha, sales, karyawan, guru hingga dokter. “Anggota kami terdiri dari berbagai macam latar belakang, mulai dari yang musisi murni sampai dokter,” ungkap Alvin Raka. Dari segi usia, DS Community juga terdiri dari berbagai latar belakang usia, dari 6 tahun hingga 40 tahun.

Apa manfaat bermain drum bagi anggota DS Community? Mereka mengatakan bahwa bermain drum memiliki segudang manfaat, diantaranya dapat menumbuhkan kreasi, kreativitas, melatih kepekaan nada sekaligus menstabilkan emosi. “Dalam bermain drum ada tekhnik tertentu. Tidak boleh emosi, asal pukul, asal keras. Harus pakai rasa yang dimunculkan dari dalam hati, juga sebagai  sarana untuk melatih keselarasan, dimana sebuah drum yang terdiri dari snare, tom, cymbal, hi-hat, floor, bass drum dan sebagainya adalah serangkaian perangkat yang memiliki suara berbeda-beda. Tugas seorang drummer yang harus menselaraskan semua unsurnya,” ujar Kris Eka.


Dari Artis Lokal Hingga Usaha Mendatangkan Artis Internasional

Ketenaran DS Community dalam jagad musik Jawa Timur rupanya mengundang minat beberapa pihak. Puluhan drummer yang kini menjadi artis lokal maupun nasional beberapa diantaranya adalah anggota DS Community. Sebut saja Ferdy, drummer Jazz yang kerap mengisi acara-acara jazz di Jakarta, acara-acara rohani hingga menjadi konselor drum di sebuah universitas seni di Jakarta.

Tidak berhenti disitu, salah satu artis nasional yang pernah menggunakan jasa drummer dari DS Community adalah Krisyanto Jamrud,dimana ia pernah menjadikan Kris Eka, ketua DS Community sebagai drummernya ketika tampil di Gelora 10 November, Surabaya. “Saat itu Krisyanto baru saja memutuskan keluar dari grup Jamrud. Ketika bersolo karier dan tampil di Surabaya, ia mengatakan tertarik dengan performance skill saya dan memutuskan untuk tampil bersama saya ketika ia manggung di Surabaya,” ungkap Kris Eka. 

Selain itu di DS Community juga terdapat banyak drummer yang memiliki nama besar di dunia musik Surabaya. Sebut saja Tika, drummer wanita Cruisher yang pernah melakoni pentas tour 7 kota di Indonesia, lalu Dino, drummer Valrockday, Alvin Raka, solois fusion jazz yang juga membuka sekolah drum di Kalimantan. “Ketua kami sendiri adalah mantan drummer Arek Band yang terkenal dengan klaim lagu Iwak Peyek-nya,” ujar Lukito disambut tawa seluruh anggota DS Community.

Disinggung mengenai rencana ke depan, DS Community memiliki misi untuk mendatangkan drummer-drummer besar nasional hingga internasional. “Dua bulan lagi kami berencana akan mengadakan klinik drum yang diisi oleh Gilang Ramadhan dan Eko Power Metal. Ini sedang dalam persiapan. Malahan, yang sudah pasti adalah sekitar bulan Juli nanti kami akan mengundang Dennis Chambers, professor drum internasional. Pelaksanaannya di sebuah mall di Surabaya. Alhamdullilah sudah ada sponsor dan pihak-pihak yang secara penuh mendukung langkah kami,” pungkas Sugeng.



QUOTE



Kris Eka, drummer Sekaring Jagad, ketua DS Community
“Bermain drum itu sama saja dengan mengatur emosi dan melibatkan perasaan dan ketajaman rasa yang cukup tinggi. Tidak bisa sembarangan. Bila filosofi bermain drum diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, maka akan sangat berguna bagi kehidupan”



 

Dino Aldino, drummer Swa Project, wakil DS Community
“Bergabung di DS Community sangat berguna untuk menambah wawasan kami di bidang musik drum. Setelah disini saya menjadi lebih bisa optimal dalam bermain drum. Banyak perkembangan dan kemajuan yang bisa saya dapatkan”


Angga Primantara, instruktur drum, anggota DS Community
“Drum adalah hidupku, takdirku dan DS Community adalah ruang inspiratif untuk mengoptimalkan kemampuanku dalam bermain drum maupun mengajar”





 


Lukito Chan, bendahara DS Community
“Bermain drum itu mudah, namun mengatur soulnya yang sulit. Seorang drummer yang menguasai tekhnik dan soul dalam bermain musik, maka dia mampu menjadi drummer handal”




 


Ferdy, instruktur drum, anggota DS Community
“DS Community adalah sebuah ruang bagi kita untuk mengaktualisasikan diri. Di komunitas ini banyak sekali kegiatan positif yang bisa diambil”



 
Tika Frangicetto, drummer Cruisher, sekretaris DS Community
“Wanita bermain drum? Kenapa tidak? DS sendiri telah berhasil memunculkan banyak drummer wanita di Jawa Timur. DS adalah komunitas drummer yang terbuka bagi siapapun yang ingin belajar maupun mengembangkan dan mengasah kemampuannya”
 
 


Yanto, instruktur drum, anggota DS Community
“Dalam DS, selain menambah wawasan, juga sebagai ruang untuk menjalin keakraban dan seduluran atau rasa persaudaraan antar drummer”



 



Sugeng, instruktur drum, anggota DS Community
“Pokoknya DS is the best! Persaudaraan dan drum, satu hal yang menjadi satu jiwa di dalam diri kami”

6 komentar:

  1. Ada kontak yang bisa di hubungi min? Mau gabung

    BalasHapus
  2. Kalo mau gabung gimana nih min?

    BalasHapus
  3. alamat nya dmn tepat nya biar sy datang ke tempat langsng

    BalasHapus
  4. alamat nya dmn tepat nya biar sy datang ke tempat langsng

    BalasHapus
  5. Kalian ingin merencanakan kegiatan camping / hiking, kami menyediakan banyak perlengkapan Camping - Hiking untuk di sewakan.

    Tenda dome isi 3-4 orang
    Carrier 60lt/80lt + Cover
    Tenda pramuka isi 10 orang
    Sleeping Bag (dacron/pollar)
    Nesting TNI
    Kompor portable
    Headlamp (LED)
    Lentera tenda (LED)
    EggHolder isi 12
    Flysheet
    Matras

    Info harga bisa di cek di Puncak Petualang No.1 di Sidoarjo


    Lokasi   : P. Sidokare Asri QQ.2, Sidoarjo - Jawa Timur
    SMS/WA  : 08563430171

    BalasHapus